Tempat: Masjid Nurul Hidayah, Tanah Kusir
Narasumber: Ust. Nuzul Dzikri
Karakter orang beriman:
- Memaafkan orang yang menyakiti kita
- Mendo'akan agar orang tsb. diampuni Allah
- "Memaksakan" udzur / membela. Rasulullah SAW berdo'a memintakan ampun kepada Allah untuk orang yang menyakiti dengan udzur 'bahwa sesungguhnya mereka tidak tahu'--padahal Rasulullah telah berdakwah bertahun-tahun mengajak orang2 Makkah untuk hanya menyembah Allah. Maka sebenarnya orang2 tsb sudah tahu, namun Rasulullah memaksakan udzur untuk memaafkan bahkan memintakan ampunan untuk mereka. مشاءالله
Imam Syafi'i mengatakan, orang yang cerdas adalah yang: 1. otaknya encer, dan 2. tidak mudah tersinggung.
Alasan Memaafkan
1. QS As-Syura (42): 36 - 37
فَمَا أُوتِيتُم مِّن شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا عِندَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى لِلَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
36. Maka sesuatu yang diberikan kepadamu, itu adalah kenikmatan hidup di dunia; dan yang ada pada sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka, mereka bertawakkal.
وَالَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ
37. Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka memberi maaf.
2. QS An-Nisa': 149
إِنْ تُبْدُوا خَيْرًا أَوْ تُخْفُوهُ أَوْ تَعْفُوا عَنْ سُوءٍ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ عَفُوًّا قَدِيرًا
Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa.
Dalam ayat ini Allah tidak menyebutkan balasan dari memaafkan, tapi menggunakan kalimat "sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Kuasa". Yang dimaksud adalah Allah akan mengampuni kita, padahal jika Allah mau, Allah bisa mengadzab kita. Maka nilai memaafkan yang tertinggi adalah saat kita mampu membalas.
Contohnya adalah kasus fitnah atas Aisya ra. Aisyah ra. difitnah berzina, dan fitnah tsb begitu hebat hingga salah seorang sahabat bernama Misthah ikut termakan dan menyebarkan fitnah. Misthah adalah salah seorang sahabat Abu Bakar ra., yang juga adalah kerabatnya, dan termasuk dari kaum muhajirin yang sama-sama berhijrah dari Mekah ke Madinah. Selain itu Misthah juga makan dari keringat Abu Bakar, dalam arti Abu Bakar menafkahinya. Sedangkan Misthah ikut memfitnah Aisyah ra. yang adalah putri kesayangan Abu Bakar ra. Maka Abu Bakar ra. bersumpah tidak akan menolong Misthah lagi selamanya.
Maka turunlah surah An Nuur (24): 22
وَلَا يَأْتَلِ أُولُو الْفَضْلِ مِنْكُمْ وَالسَّعَةِ أَنْ يُؤْتُوا أُولِي الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌDan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Begitu turun ayat tsb, Abu Bakar ra. langsung bersumpah bahwa beliau membatalkan sumpah sebelumnya, dan bersumpah akan tetap membantu Misthah. Kasus ini adalah salah satu alasan mengapa Abu Bakar ra. dijuluki As-Siddiq (yang artinya 'orang yang berkata benar', ada pula yang mengartikan 'yang membenarkan').
Masya'Allah, Abu Bakar ra. yang sudah dijamin masuk surga pun masih mau memaafkan orang yang sudah amat sangat menyakiti hatinya, semua semata-mata karena Allah.
3. Agar Allah membukakan hati orang2 yang kita zhalimi agar memaafkan kita
Jika kita memaafkan orang yang menyakiti kita walaupun dia tidak meminta maaf, maka Allah akan membukakan hati orang2 yang kita zhalimi untuk memaafkan kita.
Membuat orang lain berdosa adalah perbuatan zhalim. Berbuat zhalim bisa disengaja maupun tidak. Contoh tidak disengaja:
- Saat seorang wanita tidak menutup aurat dan seorang pria melihat auratnya, maka wanita tsb telah membuat pria tsb berdosa. Berapa orang pria non-mahram yang telah melihat aurat kita sejak pertama kita aqil baligh?
- Seorang da'i yang banyak berbicara di depan banyak jama'ah, rentan berkata salah yang bisa menyakiti orang lain sementara dia tidak menyadarinya.
Orang2 yang kita zhalimi akan menuntut kita di akhirat nanti. Sedangkan syarat taubat adalah:
- Ikhlas
- Menyesal
- Tidak mengulangi
- Jika dosa kita melibatkan orang lain, maka kita harus minta maaf kepada orang yang kita zhalimi.
Maka, untuk contoh kedua kasus di atas, bagaimana cara kita meminta maaf kepada sekian banyak orang yang tidak kita kenal/ketahui?
Balasan itu tergantung jenis amal.
Karena itulah, caranya adalah belajar memaafkan orang yg menyakiti kita walaupun dia tidak minta maaf kepada kita. In syaa' Allah, Allah akan membukakan hati mereka agar memaafkan kita, sehingga pada hari akhir nanti mereka tidak akan menuntut kita. Aamiin.
Wallahu a'lam.