Sabtu, 11 Januari 2014

Riyadhus Shalihin: Tolong-Menolong dalam Kebajikan dan Takwa

Kajian Selasa, 10 September 2013
Tempat: MRBJ
Tema: Tafsir Hadits dari terjemah lengkap kitab Riyadhus Shalihin (Imam Nawawi) penerbit Jabal, hlm. 85 - 
Narasumber: Ust. Soetrisno Hadi

Bab 21. Tolong-Menolong dalam Kebajikan & Takwa


Allah SWT berfirman:
  1. Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. (QS Al Maidah: 2)
  2. Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh dan saling menasehati supaya menaati kebenaran dan saling menasehati supaya menaati kesabaran (QS Al Ashr: 1 - 3)

Tafsir Hadits 1. Allah menyediakan peluang kepada setiap orang untuk berjihad


Dari Abu Abdirrahman bin Zaid bin Khalid Al-Juhaniy ra., ia berkata:

Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang menyediakan perbekalan perang di jalan Allah, maka ia disamakan dengan perang, dan siapa saja yang tidak ikut perang lalu menjaga baik-baik keluarga yang ditinggalkan orang yang ikut perang, berarti ia ikut berperang." (HR Bukhari dan Muslim)

Jihad artinya bersungguh-sungguh melakukan sesuatu untuk mendapat ridha Allah SWT. Jihad tidak selalu bermakna perang.

Peluang untuk berjihad:
  • Mujahid (pejuang)
  • Melakukan persiapan jihad (menyiapkan keperluan untuk orang yang akan berjihad)
  • Menunggu keluarga yang ditinggal jihad.
Jika dilakukan karena takwa, maka pahalanya sama dengan yang pergi berjihad.

Catatan:Karena jihad tidak selalu bermakna perang, maka dalam keseharian kita pun bisa berjihad. Contoh:
  1. Seorang kepala keluarga yang mencari nafkah halal untuk keluarganya (dikategorikan sbg pejuang), dibantu istrinya yang menjaga rumah dan mendidik anak2nya sehingga sang suami bisa mencari nafkah dengan tenang. Maka istri masuk kategori yang menyiapkan keperluan, maupun menjaga rumah & anak2 yang ditinggal. 
  2. Seorang pria yang akan pergi shalat subuh ke masjid, sementara istrinya membangunkannya, menjaga rumah dan anak2 sementara suami pergi shalat di masjid; maka pahala sang istri sama dengan sang suami yang pergi shalat di masjid.
  3. Seorang muslimah yg ingin pergi menuntut ilmu, menitipkan urusan rumahnya pada asisten rumah tangga (ART)nya agar ia bisa pergi ke kajian ilmu.  Jika ART melakukannya karena Allah, maka dia juga mendapat pahala yg didapat oleh sang muslimah yg pergi menuntut ilmu tsb.

Allah tidak mendiskriminasi antara laki2 dan perempuan, namun memberikan jalurnya masing2 sehingga laki2 dan perempuan bukan bersaing tapi punya kesempatan sama dengan saling membantu untuk mencapai takwa, yaitu hal yang berarti di sisi Allah. Untuk laki2 dan perempuan saling membantu untuk makin dekat dan mendapat derajat tinggi di sisi Allah, cara paling mudah adalah dengan menikah. Karena itulah menikah dikatakan menyempurnakan separuh agama.


Persamaan (equation):
Dunia (umur) / akhirat = 63 / infinite = 0
Maka agar berarti, harus dibuat menjadi:
Dunia / akhirat = infinite / infinite = 1

Cari amal yang:

  1. Efisien
  2. Strategis (makin mendekatkan kita dengan Allah)

Seperti:


  • Shalat malam dan witir
  • Shalat qabliyah subuh (shalat sunat fajar)
  • Do'a di antara adzan subuh dengan iqamat
  • Shalat dhuha

Tafsir Hadits 2. Konteks Perang


Dari Abu Sa'id Al-Khudri ra., ia berkata:

Rasulullah SAW mengutus sepasukan tentara ke Bani Lihyan yang termasuk suku Huzail, kemudian beliau bersabda: "Hendaknya tiap dua orang dalam satu keluarga, yang satu keluar dan yang lain menjaga keluarga-keluarga yang ditinggal, niscaya pahalanya terbagi antara keduanya sama." (HR Muslim)

Antara yang berperang (al-mujahidin المجاهدين) dan yang tidak ikut berperang (al-qa'idin القاعدين) bekerja sama maka pahalanya sama.  Yang tidak ikut berperang menyiapkan keperluan yang ikut berprang, dan menjaga yang ditinggal berperang.  Manusia adalah makhluk sosial, maka karakternya adalah bekerja sama (ta'awun التعاون)

Tafsir Hadits 3. Mukallaf dan Ghairu-Mukallaf

Dari Ibnu Abbas ra., ia berkata:

Rasulullah SAW bertemu dengan sebuah rombongan di Rauha', kemudian beliau bertanya: "Siapakah kalian ini?"  Mereka menjawab: "Kami kaum Muslimin."  mereka balik bertanya: "Siapakah kamu?"  Beliau menjawab: "Rasulullah."  Tiba-tiba ada seorang wanita yang mengangkat anaknya sambil bertanya: "Apakah sah hajinya anak ini?"  Beliau menjawab: "Ya, dan pahalanya untukmu." (HR Muslim)

Manusia:
  1. Mukallaf: sudah dibebani tanggung jawab untuk menjalankan syari'ah. Yaitu sudah aqil baligh (berakal dan cukup umur). Tanda untuk laki2: 'mimpi' (ikhtilaf), dan perempuan: haidh.
  2. Ghairu-Mukallaf: belum cukup umur. 
Jika orang yang ghairu-mukallaf melakukan ibadah, maka ibadahnya berpahala, namun pahalanya untuk orangtuanya, karena ghairu-mukallaf belum bertanggung jawab atas perbuatannya. (Dalam kasus ini, anak tsb jika sudah mukallaf tetap punya kewajiban pergi haji.)


Tafsir Hadits 4. Hidup Bermasyarakat

Dari Abu Musa Al-Asy'ariy ra., dari Nabi SAW, beliau bersabda:

"Seorang muslim yang menjadi bendahara, dan dapat dipercaya, lalu ia melaksanakan tugas yang dilimpahkan dengan sempurna dan senang hati, serta memberikan sesuatu kepada siapa yang diperintahkan, maka ia termasuk salah seorang yang mendapat pahala bersedekah." (HR Bukhari dan Muslim)


Dalam hidup bermasyarakat ada pembagian tugas untuk memudahkan. Tugas bendaharawan adalah:
  1. Memberikan sesuai dengan yang semestinya. Syarat: sempurna (kamilan كاملا) dan segera.
  2. Tulus/ikhlas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar